Pencatatan ke dalam Jurnal Umum transaksi yang berhubungan dengan modal.

 Pencatatan transaksi ke dalam Jurnal Umum.
Pencatatan untuk masing-masing rekening seperti di bawah ini :
1) Untuk mencatat pembelian barang dagangan, dijurnal
 Pembelian …………….. x x
Kas ………………………. x x
(untuk mencatat pembelian tunai
 Pembelian ……………..x x
Hutang dagang …………… x x
(untuk mencatat pembelian kredit

2) Untuk mencatat biaya angkut pembelian
Biaya angkut pembelian x x
Kas …………………….. x x
 
3) Untuk mencatat retur pembelian
Kas ………………………. x x
Retur pembelian ………… x x
(Jika pembelian secara tunai)
Utang dagang ……………. x x
Retur pembelian ………… x x
(Jika pembelian secara kredit)
 
4) Untuk mencatat potongan pembelian secara kredit.
Utang dagang …………….. x x
Kas ……………………… x x
Potongan pembelian …….. x x
 
5) Untuk mencatat penjualan barang dagangan.
Kas ………………………. x x
Penjualan ……………….. x x
(Penjualan tunai)
Piutang dagang ………….. x x
Penjualan ……………….. x x
(Penjualan kredit)
 
6) Untuk mencatat biaya angkut penjualan.
Biaya angkut penjualan ….. x x
Kas ………………………. x x

7) Untuk mencatat retur penjualan.
Retur penjualan ……………. x x
Kas ……………………….. x x
(Jika penjualan tunai)
Retur penjualan ……………. x x
Piutang dagang ………….. x x
(Jika penjualan kredit)

8) Untuk mencatat potongan penjualan.
Kas ………………………. x x
Potongan penjualan ……… x x
Piutang dagang …………… x x

9) Untuk mencatat persediaan barang dagangan
Persediaan barang dagangan ……. x x
Modal Tn. Rico …………………… x x
(Setoran modal oleh pemilik Tn Rico berupa barang dagangan).
Prive Tn. Rico …………………….x x
Persediaan barang dagangan……… x x
(Pengambilan pribadi Tn. Rico berupa barang dagangan)

c. Ilustrasi Pencatatan ke dalam Jurnal Umum, meliputi :
1) Pencatatan transaksi yang berhubungan dengan modal.
Contoh :
Nona Sinta tanggal 2 Januari 2005, mendirikan perusahaan dagang dengan nama "UD Sekar Arum", untuk memulai usahanya dengan menyetor uang  tunai Rp 10.000.000,- kendaraan Rp 15.000.000,- dan persediaan barang dagangan senilai Rp 20.000.000,-

Pencatatan transaksi pembelian barang

a. Pembelian Barang Dagang (Purchases)
Pembelian barang dagangan ialah aktivitas memperoleh barang dagangan untuk dijual kembali. Pembelian dapat dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit. Pembelian tunai yaitu pembelian barang yang langsung diikuti oleh pembayaran tunai, sedangkan pembelian kredit adalah pembelian barang yang pembayarannya ditangguhkan. Akun pembelian barang dagangan berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang, baik tunai maupun kredit. Pencatatan transaksi pembelian barang adalah sebagai berikut.

Contoh:
- Transaksi pembelian barang dagangan secara tunai  3 Maret 2006 dibeli secara tunai barang dagangan seharga Rp3.000.000,00 - Transaksi pembelian barang dagangan secara kredit 10 Maret 2006 dibeli secara kredit barang dagangan seharga  Rp12.500.000,00 dari Toko Makmur Jakarta.Transaksi tersebut dicatat dalam jurnal sebagai berikut
 
b. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga (Purchases Return and Allowances)
Suatu saat Anda mendapati barang yang Anda beli dalam kondisi rusak, maka apa yang akan Anda lakukan? Mungkin Anda mengembalikan barang tersebut atau Anda akan menerimanya saja. Dalam perusahaan, transaksi seperti ini dicatat sebagai akun pengembalian barang atau sering disebut sebagai retur pembelian. Akun retur pembelian dan pengurangan harga ini berfungsi untuk mencatat transaksi pengembalian barang yang sudah dibeli kepada pihak penjual atau pengurangan harga yang disepakati penjual. Misalnya, barang yang dibeli sebagianrusak.

Retur pembelian dan pengurangan harga, yaitu pengembalian kembali sebagian atau seluruh barang yang dibeli. Transaksi pembelian yang dibeli secara kredit dan tunai terdapat dalam contoh berikut

17 Februari 2006 Dibeli barang dagangan secara tunai sebesarRp25.000.000,00.
19 Februari 2006 Dibeli barang dagangan seharga Rp20.000.000,00 dengan syarat 2/10, n/30 No Faktur 1801.
21 Februari 2006 Dikembalikan barang dagangan yang dibeli tanggal
19 Februari seharga Rp5.000.000,00 karena rusak.
25 Februari 2006 Dikembalikan barang dagangan yang dibeli tanggal
17 Februari sebesar Rp2.500.000,00.
28 Februari 2006 Dibayar pelunasan utang untuk pembelian barang dagangan tanggal 19 Februari 2006.




Syarat-syarat pembayaran yang biasanya sering terjadi dalam perdagangan adalah?

Syarat-syarat pembayaran yang biasanya sering terjadi dalam perdagangan adalah sebagai berikut.
a. Franco Gudang Penjual (Free on Board Shipping Point/FOB Shipping point)
Seringkali kita berhadapan dengan penjual yang tidak mau mengirim barang yang kita beli sampai di rumah. Penjual hanya melayani sebatas di tempatnya menjual saja. Pola penjualan seperti ini disebut sebagai franco gudang penjual atau FOB shipping point. FOB shipping point, artinya penjual menyerahkan semua barang yang dijual kepada pembeli di gudang penjual. Pencatatan transaksi dan pemindahan hak pemilikan barang dagangan diakui sejak berada di gudang penjual. Jadi, pihak yang menanggung beban pengiriman barang adalah pembeli. Jika terjadi kehilangan atau kerusakan dalam perjalanan maka ditanggung oleh pembeli.

Biaya pengangkutan barang dagangan tersebut akan menambah harga pokok barang yang dibeli. Contoh, perusahaan membeli sejumlah barang dagangan seharga Rp10.000.000,00 dan biaya angkut/beban pengiriman dari gudang penjual sebesar Rp800.000,00. Perusahaan sebagai pihak pembeli akan mencatat harga pokok barang sebesar Rp10.800.000,00

b. Franco Gudang Pembeli (Free on Board Destination Point/FOB Destination Point)
Sebagian besar penjual menggunakan sistem ini. Pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya transport untuk membawa pulang barang pembeliannya. FOB Destination Point, artinya penjual menyerahkan barang yang dijual kepada pembeli di gudang pembeli. Pencatatan transaksi dan pemindahan hak pemilikan ke tangan pembeli diakui setelah barang sampai di gudang pembeli. Segala kerugian yang terjadi saat pengiriman ditanggung oleh penjual

c. Cost Insurance and Freight (CIF)
Cost Insurance and Freight, artinya pihak penjual harus menanggung beban pengiriman barang dan premi asuransi kerugian barang yang dijual. Syarat CIF biasanya dilakukan pada transaksi ekspor dan impor. Akun pembelian barang dagangan termasuk ke dalam beban sehingga pada awal dan akhir periode tidak akan terdapat saldo, setiap transaksi pembelian barang dagangan akan dicatat pada sisi debit akun pembelian, pada akhir periode, akun pembelian akun ditutup dan saldonya akan dipindahkan ke akun ikhtisar laba/rugi atau harga pokok penjualan.

Syarat pembayaran dan syarat penyerahan barang dagangan adalah?

Syarat pembayaran dan syarat penyerahan barang dagangan adalah sebagai berikut.
( Syarat pembayaran adalah mekanisme atau tata cara pembayaran harga barang yang dibeli. Pembelian barang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pembelian tunai dan pembelian kredit. Di samping itu, dalam syarat pembayaran seringkali dicantumkan syarat-syarat khusus yang disepakati kedua belah pihak.

Contoh:
a. n/30, artinya pembayaran seluruh harga barang dagangan dapat dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal faktur (tanggaltransaksi).

b. n/eom, (eom = end of month) artinya pembayaran seluruh harga barang dagangan dapat dilakukan selambat-lambatnya sampai akhir bulan yang bersangkutan. Misal, pembelian dilakukan tanggal 5 Maret 2006 dengan syarat “n/eom” maka pembeli dapat melunasi pembayaran selambat-lambatnya sampai dengan tanggal 31 Maret2006.

c. 2/10, n/30; 2/10 artinya pembeli akan menerima potongan harga sebesar 2% apabila pembayaran dilakukan paling lambat 10 hari setelah tanggal transaksi; n/30 artinya jangka waktu pelunasan adalah 30 hari.
Syarat penyerahan
Syarat penyerahan barang merupakan kesepakatan antara pembeli dan penjual mengenai tempat serah terimanya barang yang diperjualbelikan. Dalam syarat penyerahan barang ditentukan pihak yang menanggung beban pengiriman barang dari gudang penjual sampai ke gudang pembeli.

Asumsi dasar yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan terdiri atas dasar?

Asumsi dasar yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan terdiri atas dasar:
a. Dasar Akrual (Accrual Basic)
Dengan menggunakan asumsi ini (dasar akrual) maka aktiva, kewajiban, ekuitas (modal), pendapatan, dan beban diakui pada saat kejadian, bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan. Dan kemudian hal tersebut dicatat dan disajikan dalam laporan keuangan di periode yang bersangkutan.
Berdasarkan asumsi ini, pendapatan dilaporkan pada saat terjadi, dan biaya dilaporkan pada saat biaya itu terjadi. Contoh, walaupun perusahaan belum menerima uang dari konsumen yang membeli secara kredit, perusahaan sudah mencatat sebagai pendapatan. Begitu juga jika perusahaan membeli perlengkapan usaha secara kredit, pengeluaran itu sudah dianggap biaya, meskipun perusahaan belum mengeluarkan uang. Kebalikan dari dasar akrual, yaitu cash basic, yaitu pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Dan, dicatat dalam akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.

Dengan pendekatan ini, pendapatan dilaporkan pada saat uang telah diterima, dan biaya dilaporkan pada saat uang dikeluarkan. Misalnya, penjualan hanya dicatat ketika perusahaan menerima uang dari konsumen, dan biaya sewa dicatat hanya ketika perusahaan sudah membayar sewa kepada si penyewa.


b. Kelangsungan Usaha (Going Concern Concept)
Dengan asumsi kelangsungan usaha, laporan keuangan harus disusun atas dasar perusahaan akan melanjutkan usahanya di masa depan, karena itu perusahaan diasumsikan tidak bermaksud membubarkan atau mengurangi secara material skala usahanya. Apabila perusahaan ingin membubarkan atau mengurangi skala usaha secara material, maka laporan keuangan harus disusun dengan asumsi dasar yang berbeda, dan asumsi dasar yang digunakan harus diungkapkan. Pihak manajemen harus mempertimbangkan apakah asumsi kelangsungan usaha masih layak digunakan dalam menyiapkan laporan keuangan. Sebagai bahan pertimbangan, manajemen memerhatikan semua informasi masa depan yang relevan sedikitnya untuk jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca. Tingkat pertimbangan bergantung pada peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam perusahaan. Jika selama ini perusahaan menghasilkan laba dan mempunyai akses ke sumber pembiayaan maka asumsi kelangsungan usaha dapat digunakan tanpa melalui analisis rinci.

Apa tujuan disusunya laporan arus kas dan metode penyusunan arus kas?

Laporan arus kas adalah laporan keuangan perusahaan yang melaporkan arus kas masuk dan keluar dari suatu perusahaan selama satu periode akuntansi. Laporan arus kas merupakan salah satu laporan keuangan yang berguna bagi manajer untuk menilai operasi masa lalu untuk merencanakan aktivitas investasi serta pembiayaan di masa depan. Adakalanya perusahaan besar yang memiliki laba bersih yang sangatbesar ternyata tidak memiliki kas yang cukup untuk membayar gaji pegawai dan membeli perlengkapan. Itu berarti laba bersih yang diperoleh suatu perusahaan belum menjamin bahwa perusahaan tersebut memiIiki uang kas yang cukup untuk membiayai perusahaan. Oleh karena itu, perlu disusun laporan arus kas dengan tujuan sebagai berikut:
  1.  Untuk memperkirakan arus kas pada masa yang akan datang berdasarkan laporan arus kas yang dibuat sekarang.
  2. Untuk menentukan apakah perusahaan mampu membayar kewajiban atau tidak dengan melihat keadaan kas yang ada.
  3. Untuk dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan dalam memperbaiki kinerja perusahaan.
  4.  Untuk menunjukkan hubungan laba bersih terhadap perubahan kas perusahaan. Pada umumnya perusahaan yang memperoleh laba akan memiliki kas dalam jumlah yang cukup. Sebaliknya, perusahaan yang mengalami rugi akan mengalami kekurangan kas sehingga kesulitan membayar utang dan membiayai kegiatan lainnya.
Aktivitas-aktivitas arus kas dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:
  1. Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
  2. Aktivitas investasi adalah aktivitas untuk memperoleh dan melepas aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas
  3. Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahandalam jumlah serta komposisi, ekuitas atau modal dan pinjaman perusahaan.
Laporan arus kas dapat disusun dengan dua metode, yaitu:
a. Metode langsung
Penyusunan laporan arus kas dengan metode langsung dilakukan dengan cara mengidentifikasi penambahan dan pengurangan kas yang terjadi dalam aktivitas perusahaan. Penggunaan metode langsung lebih mudah dipahami dan mampu memberi informasi dan keterangan lebih banyak untuk dipakai dalam pengambilan kebijakan perusahaan.
 
b. Metode tidak langsung
Penyusunan laporan arus kas dengan metode tidak langsung dilakukan dengan cara menunjukkan perhitungan yang dimulai antara laba bersih arus kas dari kegiatan operasi, kemudian dengan arus kas dari kegiatan investasi dan arus kas dari kegiatan pendanaan.

Dalam menyusun laporan arus kas, saldo akhir pada laporan arus kas harus sama dengan jumlah kas di neraca. Berikut ini akan disajikan laporan arus kas dari “Usaha Reparasi Ananda” dengan menggunakan metode langsung. Setelah itu disajikan pula laporan arus kas dengan menggunakan metode tidak langsung dari suatu CV.

JelaskkanPenggolongan perusahaan Menurut Operasi dan Menurut Bentuk Badan Hukumnya?

Menurut Operasi
Penggolongan perusahaan menurut operasinya terbagi menjadi perusahaan jasa, perdagangan, dan manufaktur
  1.  Perusahaan jasa, yaitu perusahaan yang bergerak dalam memberi jasa kepada pihak lain, dengan kata lain produk yang dijualnya adalah jasa. Contohnya rumah bersalin, bank, dan lain-lain.
  2. . Perusahaan perdagangan atau perusahaan dagang, yaitu perusahaan yang membeli barang atau produk dan menjual barang/produk tersebut tanpa mengubah sifat barang atau produk dengan tujuan memperoleh keuntungan.
  3. Perusahaan manufaktur, yaitu perusahaan yang membeli bahan baku kemudian memprosesnya sehingga tercipta produk baru, lalumenjualnya kepada pihak lain
Menurut Bentuk Badan Hukumnya
Dilihat dari segi bentuk badan hukumnya, perusahaan terbagi menjadi:
  1. Perusahaan perseorangan, yaitu perusahaan yang dimiliki oleh satu orang yang biasanya bertindak sebagai manajer. Perusahaan perseorangan bukan badan hukum karena pemilik perusahaan itu sendiri bertanggung jawab secara pribadi terhadap kewajiban-kewajiban perusahaan.
  2. Persekutuan Firma, yaitu persekutuan yang didirikan untuk menjalankan perusahaan di bawah satu nama secara bersama-sama (firma). Setiap anggotanya mempunyai kedudukan yang sama dan secara langsung bertanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban perusahaan
  3.  Persekutuan komanditer (CV= Comanditire Vennooteschav), yaitu perusahaan yang di dalamnya terdapat seorang atau lebih yang bertanggungjawab penuh kepada yang lain. Dan yang lainnya mempunyai tanggung jawab terbatas sebesar jumlah modal yang disetor.
  4. Perseroan terbatas, yaitu persekutuan yang dimiliki beberapa orang yang kepemilikannya dinyatakan dengan saham. Pemegang saham hanya bertanggungjawab sebesar saham yang dimilikinya.
  5. Koperasi, yaitu badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan dan pemberdayaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip koperasi dan kaidah usaha ekonomi. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja pada umumnya
Diberdayakan oleh Blogger.